"Lihat tuh Pak, tetangga sebelah sana itu. Suaminya rajin nemenin
istrinya ke pasar."
"Istri temenku itu lho Dik, dikasih uang sekian cukup untuk
sebulan."
"Suami temanku Mas, memberikan semua kartu banknya pada istri lho."
"Mbok ya sesekali seperti ibu itu, pandai berdandan."
Pernah mendengar kalimat itu? Atau, bahkan pernah merasakan hal yang serupa? Yap. Ketidakpuasan akan pasangan hal yang wajar dan mungkin sering terjadi. Karena pernikahan adalah berkumpulnya dua manusia yang berbeda latar belakang dan kebiasaan. Oleh karenanya, pasti banyak gesekan.
Gesekan biasanya timbul dari rasa tidak puas dan menuntut pasangan sesuai konsep ideal yang ada dalam pikiran. Dalam kondisi seperti ini, mata menjadi lebih nyalang melihat sekitar. Tertangkaplah sosok-sosok yang ndilalah, nampak sangat sempurna. Jauh dibanding pendamping saat ini. Damn!
