Bagi para scolioser (dan pemilik kelainan tulang punggung
lainnya), back pain (nyeri punggung, pegal, dan sejenisnya) seakan menjadi menu
keseharian mereka. Jika malam mulai memeluk, biasanya rasa itu semakin datang
terasa. Aktifitas seharian memang tidak bisa selalu dikontrol agar ramah
terhadap kondisi tulang punggung mereka. Di awal-awal rasa sakit itu muncul, sangat
mungkin menimbulkan rasa frustasi. Karena hanya ketika tidurlah rasa itu seolah
hilang.
Aku bersyukur di awal-awal kesadaran adanya kelainan itu,
dan di tengah waktu memaknai dan meresapi rasa sakit itu, aku dipertemukan
dengan teman-teman yang mempunyai keistimewaan yang sama itu. Meskipun hanya di
media maya. Aku memang menganggap itu sebagai kelainan, tapi sekaligus juga
keistimewaan di sisi lain. Karena di tengah keterbatasan fisik dan rasa sakit
yang muncul setiap saat, memunculkan pribadi-pribadi yang istimewa.




