Selasa, 13 Januari 2015

Deal With The Pain : A Tribute for Scolioser, Teruslah Semangat Temans…

Bagi para scolioser (dan pemilik kelainan tulang punggung lainnya), back pain (nyeri punggung, pegal, dan sejenisnya) seakan menjadi menu keseharian mereka. Jika malam mulai memeluk, biasanya rasa itu semakin datang terasa. Aktifitas seharian memang tidak bisa selalu dikontrol agar ramah terhadap kondisi tulang punggung mereka. Di awal-awal rasa sakit itu muncul, sangat mungkin menimbulkan rasa frustasi. Karena hanya ketika tidurlah rasa itu seolah hilang.

Aku bersyukur di awal-awal kesadaran adanya kelainan itu, dan di tengah waktu memaknai dan meresapi rasa sakit itu, aku dipertemukan dengan teman-teman yang mempunyai keistimewaan yang sama itu. Meskipun hanya di media maya. Aku memang menganggap itu sebagai kelainan, tapi sekaligus juga keistimewaan di sisi lain. Karena di tengah keterbatasan fisik dan rasa sakit yang muncul setiap saat, memunculkan pribadi-pribadi yang istimewa.

Senin, 12 Januari 2015

Lampu Hijau Kehidupan

Di perempatan Condongcatur dari jauh, dari jarak sekitar 300 meter, aku melihat lampu itu menyala hijau. Aku hafal jalan ini. Setiap hari aku melewatinya. Maka segera aku naikkan kecepatan kendaraanku. Aku yakin dengan kekuatan dan kecepatan lari motor ini. Aku yakin aku cukup waktu untuk sampai dan melewati lampu itu. Jalanan tidak cukup padat pagi ini. Beberapa pengendara lain telah aku dahului. Di bawah tiang lampu itu sekilas aku liat argo hitungan mundurnya. Di angka 1 menjelang nol. Dan aku berhasil melewatinya.

Aku suka menikmati setiap jenak perjalanan yang aku lakukan. Ada banyak pelajaran dan hikmah selalu aku temukan dalam rentang waktu ini. Ada pelajaran tentang kehati-hatian dan kecerobohan. Ada pelajaran tentang kesabaran dan ketergesaan. Dan pelajaran tentang kedisiplinan, keruwetan, toleransi, kebesaran hati, kearoganan, keegoisan pun lengkap tersaji di jalanan. Tadi aku mendapatkan satu pelajaran penting. Memaknai kesempatan.

Selasa, 06 Januari 2015

Kepingan-kepingan Memori yang Mengundang Makna

Persis seperti hari kemarin aku menjejakkan diri di kantor ini. 07.30. Sepanjang perjalanan tadi memoriku berputar. Seperti kaset yang memutar kembali, mengalirkan cerita-cerita lama yang tiba-tiba bermunculan seperti tunas-tunas yang tumbuh di musim hujan.

Aku masih ingat. Aku masih ingat betul dialog dua anak kecil yang sangat-sangat naïf dan lucu, kira-kira 33th yang lalu. “Kamu ikut sakit gak kalau aku tertusuk duri?” tanyanya. Aku (kecil) menjawab singkat, “Iya.” “Aku juga ikut sakit kalau kamu tertusuk duri.” Lanjutnya. Di depan rumahku dulu ada pohon jeruk yang menjulang tinggi. Rindang. Oleh orang tuaku, di bagian pangkal cabang batang yang kokoh diikatkannya tali menjuntai, yang difungsikan sebagai mainan ayunan bagi anak-anak kecil seusia kami waktu itu.

Senin, 05 Januari 2015

Kacamata: Tentang Makna Keberadaan dan Keberartian

Untuk ke sekian kalinya malam ini benar-benar aku hanya bisa memejamkan mata kurang lebih satu jam. Tiba-tiba saja alarm sudah berbunyi memanggil-manggil. Pukul 03.30. Setengah gontai aku bergegas keluar kamar. Ternyata sulungku sudah terbangun menonton tayangan sepak bola tim kesayangannya, Barcelona. Kali ini lawannya adalah Real Sociedad. Sekilas aku lirik skornya, 1-0 untuk Real Sociedad. Yes! Barca kalah. Terus terang Real Madrid adalah tim yang aku dukung. El Barca adalah musuh bebuyutan El Real. Fyuuuh.. J

Kuambil sepiring nasi merah. Di meja makan kulihat masih ada potongan kecil daging ayam goreng sisa semalam. Alhamdulillah. Segelas air putih dan botol madu pun ikut bersanding menemani. Aku ingat, Real Madrid bukankah telah bertanding lebih dulu tadi malam melawan Valencia? Berapa skornya? Ah.. lupakan sementara. Aku harus segera melahap menu pagi ini dan memanfaatkan sepertiga waktu yang tinggal sedikit lagi. Tiga butir obat ikut mengalir ke perutku. Dua semprotan Nasal Spray pun menyapa hidungku. Bismillah.. semoga menjadi hari yang ringan.

Rabu, 24 Desember 2014

Menanti Senja Menjelang


Saat usia kita

semakin mendekati masa itu

Apa yang telah kita lakukan untuk hidup ini?

Hidup ini sungguh sangat lah pendek

Ada banyak hal yang mungkin

Telah kita lewatkan begitu saja

Mari merenung sejenak

Bersama...