"Hidup ini seperti aliran air yang akan menuju ke muaranya. Maka jernihkan alirannya..."
Kamis, 22 Juli 2021
Pelajaran tentang Komitmen
Rabu, 07 Juli 2021
Ini semua tentang Pilihan (3)
Pada akhirnya, pandemi kemudian menyebar ke penjuru dunia. Termasuk
Indonesia. Semua proses telah aku lalui. Semua tahapan telah aku selesaikan.
Para talent yang lulus periode ini akan ditermpatkan dalam rentang Juni 2020
hingga Mei 2021 nanti. Kalau pun aku misal termasuk dalam Talent Ready Now, harapanku
adalah semoga penempatanku di akhir-akhir masa expired dari tahapan manajemen
talenta tahun ini. Pandemi membuatku sedikit gigrik.
Dan benar. Bulan Mei berikutnya telah dirilis nama-nama yang lulus dalam
proses ini. Ada namaku. Itu artinya sebentar lagi akan ada sebagian dari kami
yang lulus ini, terangkat promosi di periode Mei-Juni tahun 2020 ini. Aku
banyak berdoa, semoga aku tidak terangkut di periode awal ini, karena saat ini
aku dalam tahapan menyelesaikan ujian tesisku. Untuk lolos dari uji plagiarisme
sebelum proses ujian tesis tersebut, rupanya cukup menguras tenaga dan emosiku.
Wewwww…
Ini semua tentang Pilihan (2)
Mendekati penghujung tahun 2018, persis
sepulang aku dari melaksanakan ibadah haji, tahapan perdana dari manajemen
talenta mulai diterapkan di instansiku. Unit eselon II di atasku memanggil
nama-nama para calon talent yang sebelumnya telah disaring dengan kriteria
khusus, untuk dikonfirmasi kesediaannya. Ada sekitar 13 pegawai yang namaku ada
di sana. Di sisa cuti besar dalam rangka ibadah haji yang masih aku jalankan,
aku dipanggil ke kantor.
“Bersedia tidak, Nama Njenengan
dimasukkan sebagai salah satu talent yang siap untuk dipromosikan?” Pertanyaan
tanpa basa-basi disampaikan Ibu Pejabat SDM kami waktu itu. Jika bersedia, kami
harus menandatangani surat pernyataan bermeterai, yang isinya menyatakan bahwa
kami akan taat dan patuh mengikuti tahapan-tahapan yang ada di sana. “Jika iya,
bisa langsung tanda tangani surat pernyataan ini. Jika butuh waktu berpikir,
kita tunggu sampai sore ini.”
Ini semua tentang Pilihan
Dalam rentang perjalanan hidup kita masing-masing, kita akan selalu dipertemukan dan dihadapkan dengan pilihan-pilihan. Seringnya, pilihan itu harus dipilih dari dua hal yang terkadang, hampir sama-sama beratnya dari segi risiko, atau sama-sama baiknya dari segi manfaat. Sehingga agama ini mengajarkan agar kita bertanya kepada hati nurani terdalam kita, atau pada titik puncaknya kita diminta untuk istikharah meminta petunjuk kepada Dzat Yang Maha Pemberi Petunjuk.
Entah sudah berapa kali aku
bertemu dengan pilihan-pilihan tesebut, yang pasti dalam perjalanan usiaku, salah
satu pilihan terberat adalah ketika harus memilih antara karir atau keluarga. Ada
beribu pertimbangan yang harus kupilih, sehingga pada akhirnya aku pun harus
sampai di titik pencapaian seperti saat ini. Harus mengambil risiko untuk
menjauh dari zona nyaman, demi sebuah nilai dan idealita, dan juga tuntutan
untuk tetap bertahan atau menyerah.