Pada akhirnya, pandemi kemudian menyebar ke penjuru dunia. Termasuk
Indonesia. Semua proses telah aku lalui. Semua tahapan telah aku selesaikan.
Para talent yang lulus periode ini akan ditermpatkan dalam rentang Juni 2020
hingga Mei 2021 nanti. Kalau pun aku misal termasuk dalam Talent Ready Now, harapanku
adalah semoga penempatanku di akhir-akhir masa expired dari tahapan manajemen
talenta tahun ini. Pandemi membuatku sedikit gigrik.
Dan benar. Bulan Mei berikutnya telah dirilis nama-nama yang lulus dalam
proses ini. Ada namaku. Itu artinya sebentar lagi akan ada sebagian dari kami
yang lulus ini, terangkat promosi di periode Mei-Juni tahun 2020 ini. Aku
banyak berdoa, semoga aku tidak terangkut di periode awal ini, karena saat ini
aku dalam tahapan menyelesaikan ujian tesisku. Untuk lolos dari uji plagiarisme
sebelum proses ujian tesis tersebut, rupanya cukup menguras tenaga dan emosiku.
Wewwww…
Semenjak itu aku mulai bersiap. Ini adalah pilihan yang telah aku ambil. Suka atau tidak suka, ini jalan yang harus ditempuh. Saat pengisian 5 kota untuk mutasi dan promosi, aku harus persiapkan dengan matang. Pulau jawa dan bali jelas area verboden untuk penempatan karena promosi. Maka pilihannya jatuh pada kota-kota yang aku pernah setidaknya berinteraksi di sana. Yaitu Palembang (kota pertama penempatan) dan Kota Makassar (istri saya pernah bertugas di sana).
Alhamdulillah, harapanku untuk terangkut di akhir-akhir masa renang
penempatan talent ready now terkabul. Pada angkatan pertama yang berangkat di
bulan Juni 2020, namaku belum muncul. Tetiba pandemi semakin menjadi. Kebijakan
pergerakan antar kota dan pulau yang diperketat sangat mempengaruhi ritme
teman-teman yang promosi duluan. Ada yang bahkan hingga hitungan 3 bulan tidak
bisa pulang sama sekali ke homebase tempat tinggal.
Dalam rentang penantian penempatan promosiku, silih berganti mutasi
terjadi. Beberapa teman harus bergeser ke luar kota, bahkan luar propinsi.
Beberapa kali pula harus ikut memberikan support kepada mereka. Tidak mudah
memang, meninggalkan kota yang istimewa ini. “Siap-siap lho Mas, sebentar lagi
giliran Njenengan. Ora mung lintas kota, tapi lintas pulau.” Kata seorang teman
kala itu, waktu aku berperan menjadi fotografer dadakan karena ditodong.
Aku hanya bisa tersenyum. Bayanganku semakin kuat antara Palembang dan
Makassar. Entah kota mana yang akan aku dapat nanti. Tapi feelingku merasakan,
tak akan jauh dari dua kota itu. “Kira-kira nanti penempatan dimana, Pak?”
Tanya seorang tetangga yang selalu menjadi teman seperjalanan jika berangkat
dan pulang dari masjid. Maka aku jawab, di antara dua kota tersebut. “Tidak
mungkin di jawa?” / “Tidak. Sangat kecil kemungkinannya.”
Pada akhirnya, ini semua adalah tentang konsekuensi sebuah pilihan.
Setelah melalui proses dan pergulatan yang panjang, aku telah memutuskan mengambil
pilihan ini. Lengkap dengan segala konsekuensi yang telah aku perhitungkan. Sekarang
tinggal memastikan seberapa besar peranku nanti akan memberikan kemanfaatan
bagi semua. Seberapa kuat aku menjalani semua itu. Semoga Allah bimbing dan
mudahkan nantinya. Aamiin..
----- end -----
Tidak ada komentar:
Posting Komentar